Asal Nama Cemilan Sunda

————-

Dari Odading sampai Seblak: Cerita Lucu di Balik Nama Jajanan Sunda

Kalau pernah makan di pinggir jalan di Bandung, akan nemu nama jajanan di sana itu kadang bukan sekadar nama… tapi seperti teka-teki bahasa 😄

Ada yang seperti singkatan, ada yang terdengar Belanda, ada juga yang terasa seperti kalimat sehari-hari yang dipotong-potong sampai jadi makanan.

Mari kita “kulik” satu per satu.

🍩 Odading: “O, dat ding!”

Konon, suatu hari ada orang Belanda yang melihat kue goreng ini.

Karena bingung mau menyebut apa, dia spontan bilang:

“O, dat ding!”

Yang artinya: “Oh, benda itu!”

Entah bagaimana, ucapan itu menempel di lidah orang lokal… dan lahirlah kata odading.

Sekarang, namanya terdengar lokal banget, padahal jejaknya bule 😄

🌶️ Cuanki: cari uang jalan kaki?

Kalau ini lebih “nasionalis ekonomi”.

Cuanki sering dipercaya berasal dari:

“cari uang jalan kaki”

Karena dulu penjualnya memang keliling sambil jalan kaki, membawa dagangan.

Jadi setiap mangkuk cuanki bukan cuma bakso, tapi juga cerita perjuangan hidup 😄

🧀 Batagor: bakso tahu goreng

Yang ini paling jujur.

Ba-ta-gor = bakso tahu goreng

Tidak ada drama bahasa asing, tidak ada filosofi rumit.

Langsung to the point seperti orang lapar:

“Ini bakso, ini tahu, ini digoreng. Selesai.”

🌶️ Cireng, Cimol, Cilok, Cilung: keluarga “aci”

Di dunia ini ada satu bahan sakral: aci (tapioka).

Dari situ lahirlah satu “dinasti jajanan”:

Cireng = aci digoreng Cilok = aci dicolok Cimol = aci digemol (dibulatkan) Cilung = aci digulung

Kalau ini keluarga manusia, mungkin mereka satu marga: Keluarga Besar Aci 😄

🧆 Combro & Misro: pasangan romantis dari dapur Sunda

Ini seperti cerita cinta dalam dunia gorengan.

Combro = oncom di jero (isi pedas) Misro = amis di jero (isi manis gula merah)

Satu pedas, satu manis.

Seperti pasangan yang saling melengkapi… tapi sama-sama digoreng 😄

🥬 Gehu: toge + tahu

Kalau ini hasil singkatan yang agak “malas tapi jenius”.

Gehu = toge tahu

Dua bahan, dipotong, digabung, digoreng.

Selesai. Tidak perlu debat panjang.

🔥 Seblak: suara “nyeblak” di mulut

Seblak bukan singkatan, tapi lebih ke rasa dan sensasi.

Kerupuk basah dimasak dengan bumbu pedas kencur, lalu…

“nyeblak!”

Pedasnya seperti menampar dengan sopan 😄

🌶️ Basreng: bakso goreng yang serius jadi snack

Basreng = bakso goreng

Dipotong, digoreng kering, lalu ditaburi cabai sampai lidah mulai mempertanyakan hidup.

🍜 Penutup: bahasa, rasa, dan kreativitas

Kalau dilihat-lihat, jajanan di Bandung itu bukan cuma soal makanan.

Tapi juga:

kreativitas bahasa budaya bercanda dan cara sederhana menjelaskan sesuatu yang enak

Dari “aci digoreng” sampai “o, dat ding”, semuanya menunjukkan satu hal:

Orang Indonesia itu kalau bikin nama makanan, selalu punya cerita 😄