بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
—————————————–
“Allāhu Witr yuhibbul‑witr” berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh beberapa imam hadis.
Lafaz Arabnya adalah:
“إِنَّ اللَّهَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ”.
Hadis ini menegaskan bahwa Allah itu Maha Esa (Witr) dan mencintai yang ganjil (witr).
Hadis
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه
قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، أَوْتِرُوا؛
فَإِنَّ اللَّهَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
‘An ‘Alī bin Abī Ṭālib raḍiyallāhu ‘anhu qāla: qāla Rasūlullāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam:
“Yā ahlal‑Qur’ān, autirū; fa‑inna Allāha witrun yuḥibbul‑witr.”(Riwayat Abu Dawud, at‑Tirmidzi, an‑Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Terjemahannya
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai para ahli Al‑Qur’an, lakukanlah shalat witir, karena sesungguhnya Allah itu Maha Esa (Witr) dan Dia mencintai yang ganjil (witr).”
Rujukan Hadis
- Abu Dawud: Kitab al‑Witr, hadis no. 1416
- At‑Tirmidzi: Kitab al‑Shalah, hadis no. 453
- An‑Nasa’i: Kitab al‑Qiyām al‑Lail, hadis no. 1678
- Ibnu Majah: Kitab al‑Iqāmah, hadis no. 1170
- Musnad Ahmad: Juz 1, hlm. 79
Semua jalur periwayatan ini dinilai ṣaḥīḥ (autentik) oleh para ulama hadis.
Makna dan Konteks
- Allah itu Witr (Esa) → maksudnya Allah Maha Tunggal, tidak ada sekutu bagi‑Nya.
- Mencintai witr (ganjil) → menunjukkan keutamaan bilangan ganjil dalam ibadah, khususnya shalat witir.
Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam, khususnya “ahlul Qur’an” (orang yang sering membaca dan mengamalkan Al‑Qur’an), untuk menutup shalat malam dengan witir.
Catatan Penting
- Hadis ini menjadi dasar hukum sunnah muakkadah shalat witir.
- Ulama berbeda pendapat tentang jumlah rakaat witir, tetapi yang paling umum adalah 1, 3, 5, 7, atau 9 rakaat, dengan penutup satu rakaat sebagai witr.
Ungkapan diatas sering dikutip dalam kitab‑kitab fiqh sebagai motivasi untuk menjaga shalat malam.

Lebih lanjut tentang Allah mencintai yang ganjil

“Allah Mencintai yang Ganjil” menampilkan empat contoh utama dalam ibadah:
1. Shalat Witir → 1 atau 3 rakaat sebagai penutup qiyamul lail.
2. Takbir Shalat → 7 takbir di rakaat pertama, 5 takbir di rakaat kedua (shalat Id).
3. Dzikir → 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, 33 kali takbir.
4. Asmaul Husna → 99 nama Allah yang indah.

