Marhaban Ya Ramadhan

——–

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ،

فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ،

تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ،

وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ،

وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ،

لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ،

مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah عز وجل mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan yang durhaka dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalang (dari kebaikan yang besar).”

Sumber:
Diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal dalam Musnad Ahmad, juga oleh An-Nasa’i dan Al-Baihaqi. Hadits ini dinilai shahih oleh sejumlah ulama.

Ketahuilah pahala puasa hanya untuk Allah memang berasal dari hadis sahih.

Dasarnya adalah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda:

Allah berfirman: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

(HR. Bukhari no. 1761, Muslim no. 1946)

Penjelasan makna hadis

  • Ibadah lain bisa terlihat: Shalat, zakat, haji, semuanya bisa dilihat orang lain. Sedangkan puasa adalah ibadah yang tersembunyi, karena seseorang bisa saja diam-diam makan atau minum, tetapi ia menahan diri hanya karena Allah.
  • Balasan langsung dari Allah: Pahala ibadah biasanya disebutkan kelipatannya (10 kali lipat hingga 700 kali lipat). Namun untuk puasa, Allah tidak menyebutkan angka, melainkan menegaskan bahwa Dia sendiri yang akan memberikan balasan, menunjukkan keistimewaan yang tak terhingga.
  • Puasa sebagai bentuk ikhlas: Karena sifatnya tersembunyi, puasa lebih kuat melatih keikhlasan dibanding ibadah lain. Inilah sebabnya Allah mengkhususkan pahala puasa untuk diri-Nya.

Jadi, benar bahwa pahala puasa memiliki keistimewaan khusus: Allah sendiri yang menyiapkan balasannya, berbeda dengan ibadah lain yang disebutkan kelipatannya.

Syarat Wajib Puasa

  1. Islam – Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang beragama Islam.
  2. Baligh – Sudah mencapai usia dewasa (ditandai dengan tanda-tanda baligh).
  3. Berakal – Orang yang berakal sehat; tidak diwajibkan bagi yang tidak berakal.
  4. Sehat – Orang sakit yang tidak mampu berpuasa boleh berbuka dan mengganti di hari lain.
  5. Mampu – Harus memiliki kemampuan fisik untuk berpuasa.
  6. Tidak sedang safar (musafir) – Orang yang sedang dalam perjalanan jauh boleh berbuka dan mengganti di hari lain.
  7. Suci dari haid dan nifas – Wanita yang sedang haid atau nifas tidak wajib berpuasa, tetapi wajib mengganti di hari lain.

Catatan Penting

  • Jika seseorang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah kewajiban puasa baginya.
  • Namun, bila syarat sah tidak terpenuhi (misalnya tidak berniat), maka puasanya tidak sah meskipun ia wajib.

Rukun puasa Ramadhan itu sederhana tapi sangat mendasar.

Para ulama menyebut ada dua rukun utama yang harus dipenuhi agar puasa sah:

Rukun puasa Ramadhan itu sederhana tapi sangat mendasar. Para ulama menyebut ada dua rukun utama yang harus dipenuhi agar puasa sah:


Rukun Puasa

    Niat.

    • Dilakukan di dalam hati sebelum fajar (tidak wajib diucapkan dengan lisan, tapi boleh untuk menegaskan).
    • Niat ini menunjukkan kesadaran bahwa puasa dilakukan karena Allah dan sesuai syariat.

      Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

      • Sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).
      • Termasuk menahan diri dari makan, minum, hubungan suami-istri, muntah dengan sengaja, keluar mani dengan sengaja, serta hal-hal lain yang membatalkan puasa.

        Syarat Sah Puasa Ramadhan

              1. Islam
                • Puasa tidak sah bagi orang kafir.

                  2. Berakal

                  • Orang gila atau tidak berakal tidak sah puasanya.

                    3. Suci dari haid dan nifas

                    • Wanita yang sedang haid atau nifas tidak sah puasanya, dan wajib mengganti di hari lain.

                      4. Dilaksanakan pada waktu yang benar

                      • Puasa dilakukan sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).
                      • Tidak sah berpuasa pada hari yang diharamkan, seperti Idul Fitri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

                        Tentang Niat

                        Harus ada niat puasa Ramadhan sebelum fajar, meskipun cukup di dalam hati.

                        Tabel perbandingan syarat wajib dan syarat sah puasa Ramadhan agar lebih jelas:

                        KategoriSyarat Wajib PuasaSyarat Sah Puasa
                        AgamaIslamIslam
                        UsiaBaligh (dewasa)Tidak disyaratkan baligh, tapi tetap harus berakal
                        AkalBerakal sehatBerakal sehat
                        Kondisi fisikSehat dan mampu berpuasaTidak sedang sakit berat yang menghalangi puasa
                        Perjalanan (safar)Tidak sedang safar (musafir boleh berbuka)Jika tetap berpuasa saat safar, sah
                        Haid/NifasTidak sedang haid/nifas (wanita wajib mengganti)Puasa tidak sah jika dilakukan saat haid/nifas
                        WaktuBerlaku di bulan RamadhanDilakukan pada hari yang sah (bukan Idul Fitri/Idul Adha)
                        NiatWajib berniat puasa RamadhanNiat sebelum fajar adalah syarat sah

                        📌 Kesimpulan singkat:

                        • Syarat wajib menentukan siapa yang terkena kewajiban puasa.
                        • Syarat sah memastikan puasa yang dilakukan benar dan diterima.

                        Contoh: seorang Muslim baligh dan sehat wajib puasa. Tapi kalau ia tidak berniat sebelum fajar, puasanya tidak sah meskipun ia wajib.

                        Berikut rangkuman amalan sunnah bagi orang yang berpuasa Ramadhan yang dianjurkan oleh para ulama:

                        Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan

                        1. Makan sahur
                          • Dilakukan menjelang fajar, meskipun hanya dengan seteguk air.
                          • Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari).
                        2. Mengakhirkan sahur
                          • Sahur dilakukan mendekati waktu subuh, bukan terlalu awal.
                        3. Menyegerakan berbuka
                          • Segera berbuka setelah matahari terbenam, jangan ditunda.
                        4. Berbuka dengan kurma atau air
                          • Sunnah berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air putih.
                        5. Membaca doa berbuka
                          • Membaca doa yang diajarkan Nabi ﷺ sebelum makan.
                        6. Menjaga lisan dan perbuatan
                          • Menahan diri dari perkataan kotor, dusta, atau perbuatan sia-sia.
                        7. Memperbanyak tilawah Al-Qur’an
                          • Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, sehingga dianjurkan memperbanyak membaca dan tadabbur.
                        8. Memperbanyak sedekah
                          • Rasulullah ﷺ dikenal sangat dermawan di bulan Ramadhan.
                        9. Shalat sunnah (tarawih dan qiyamullail)
                          • Menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan ibadah malam lainnya.
                        10. I’tikaf di masjid
                        • Terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar.

                        Kesimpulan:

                        Sunnah-sunnah ini tidak wajib, tapi sangat dianjurkan untuk menyempurnakan puasa dan meraih pahala berlipat ganda.

                        Tabel ringkas sunnah-sunnah puasa Ramadhan beserta dalil singkatnya:

                        Sunnah PuasaDalil SingkatKeterangan
                        Makan sahur“Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari, Muslim)Sahur meski hanya dengan seteguk air tetap berpahala.
                        Mengakhirkan sahurDari Zaid bin Tsabit: “Kami makan sahur bersama Nabi ﷺ kemudian beliau berdiri shalat. Ditanya: Berapa lama antara sahur dan shalat? Ia menjawab: Sekitar bacaan 50 ayat.” (HR. Bukhari, Muslim)Sunnah mendekatkan sahur ke waktu subuh.
                        Menyegerakan berbuka“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari, Muslim)Segera berbuka saat matahari terbenam.
                        Berbuka dengan kurma atau air“Nabi ﷺ berbuka dengan beberapa butir rutab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan kurma kering, jika tidak ada maka dengan seteguk air.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)Sunnah mendahulukan kurma, lalu air.
                        Membaca doa berbukaDoa: “Dhahaba al-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa thabatal-ajru in shaa Allah.” (HR. Abu Dawud)Doa yang dibaca setelah berbuka.
                        Menjaga lisan dan perbuatan“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga dari perkataan sia-sia dan kotor.” (HR. Ibnu Hibban)Puasa harus disertai akhlak baik.
                        Memperbanyak tilawah Al-Qur’an“Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
                        Memperbanyak sedekahIbnu Abbas: “Rasulullah ﷺ adalah orang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari, Muslim)Sedekah di Ramadhan lebih utama.
                        Shalat tarawih dan qiyamullail“Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan harapan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, Muslim)Sunnah menghidupkan malam Ramadhan.
                        I’tikaf di masjid“Nabi ﷺ beri’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari, Muslim)Sunnah mencari Lailatul Qadar.

                        Kesimpulan:

                        Sunnah-sunnah ini memperindah puasa, menambah pahala, dan menjaga ruh Ramadhan agar tidak sekadar menahan lapar dan dahaga.