——-
Reminder untuk Abah.
Mulai Sahur sampai Buka Puasa.
- Fase Harian (Sahur ke Buka)
Dalam waktu kurang lebih 13–14 jam, tubuh Anda melewati beberapa fase penggunaan energi:
- Jam 0–4 (Fase Penyerapan):
Tubuh masih sibuk mencerna makanan sahur. Kadar gula darah naik, dan pankreas melepaskan insulin untuk menyimpan glukosa ke dalam sel dan hati sebagai glikogen. - Jam 4–8 (Fase Pasca-Penyerapan):
Gula darah mulai turun. Tubuh mulai mengambil cadangan glikogen di hati untuk menjaga energi. Anda mungkin mulai merasa sedikit lapar di sini. - Jam 8–12 (Fase Glukoneogenesis):
Cadangan glikogen mulai menipis. Tubuh mulai mencari sumber energi lain. Di sinilah lemak mulai dipecah menjadi energi. Efek sampingnya? Napas mungkin terasa sedikit berbeda karena proses pembakaran lemak ini. - Jam 12–Buka (Fase Autofagi Ringan):
Tubuh mulai melakukan “pembersihan sel” (autofagi). Sel-sel yang rusak diperbaiki. Fokus mental mungkin sedikit menurun karena hidrasi berkurang, tapi tubuh sebenarnya sedang dalam mode detoksifikasi yang efisien.
Fase Bulanan (1 Ramadhan sampai 1 Syawal)
Jika puasa dilakukan sebulan penuh, perubahannya jauh lebih sistemik:
Minggu ke- Kondisi Tubuh Apa yang Terjadi?
Minggu 1 Fase Adaptasi Tubuh kaget. Sering muncul sakit kepala atau lemas karena penyesuaian kadar gula darah dan kafein.
Minggu 2 Fase Pembersihan Tubuh sudah terbiasa. Sistem pencernaan “beristirahat”, peradangan (inflamasi) berkurang, dan sel darah putih menjadi lebih aktif (imun meningkat).
Minggu 3 Fase Energi Konstan Tubuh menjadi sangat efisien membakar lemak. Konsentrasi biasanya meningkat karena otak menggunakan keton sebagai bahan bakar alternatif.
Minggu 4 Fase Detoks Total Organ seperti hati dan ginjal telah melewati proses pembersihan maksimal. Berat badan biasanya stabil (atau turun jika buka puasa tidak “balas dendam”).
Yang Perlu Diwaspadai
Perubahan positif di atas bisa jadi sia-sia kalau saat 1 Syawal (Lebaran) kita langsung “balas dendam” dengan makan santan, gula, dan lemak berlebih secara mendadak. Itulah kenapa banyak orang justru jatuh sakit tepat setelah Ramadhan berakhir karena sistem pencernaan kaget dengan beban kerja yang tiba-tiba berat.
Catatan: Rahasia puasa sehat itu ada di hidrasi yang cukup saat malam hari dan tidak melewatkan sahur agar tubuh punya modal glikogen yang cukup.
